mengenal uang kuno indonesia
Senin, 11 Januari 2016
Senin, 30 November 2015
Senin, 09 November 2015
Grading Uang Kuno Indonesia
Berikut ini link Power Point Grading Ung Kuno Indonesia :
https://drive.google.com/file/d/0B1Bg92xFZdAnRFhULVptQktOeTQ/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0B1Bg92xFZdAnRFhULVptQktOeTQ/view?usp=sharing
Jumat, 16 Oktober 2015
Uang Uka-Uka Indonesia
Uang uka-uka adalah uang yang tidak pernah diterbitkan oleh BI (Bank Indonesia). uang ini ada karena pesanan paranormal yang digunakan untuk syarat-syarat ritual. contoh uang uka-uka adalah:
1. Uka-uka 1000 soekarno tahun 1964, yang asli tahun 1960
2. Uka-uka 100 koin tahun 1971, yang asli adalah tahun 1973
3. Uka-uka 100 perahu layar tahun 1991, yang asli perahu pinisi tahun 1992
4. Uka-uka 500 monyet gelantung tahun 1991, yang asli orangutan tahun 1992
dan masih banyak yang lainnya
kali ini saya akan menunjukan salah satu contoh uang uka-uka, yaitu uka-uka soekarno yang terkenal dapat melengkung,
Menentukan Grade Uang Kuno
GRADING Menentukan kualitas uang kertas
Supaya tidak menimbulkan perbedaan pendapat tentang kualitas suatu uang kertas maka kalangan numismatik membutuhkan suatu standarisasi, yang disebut grading.
The international Bank Note Society (IBNS) menerapkan standarisasi grading yang terdiri dari :
1. UNC atau Uncirculated : yaitu keadaan sempurna dengan semua sudut tajam, tidak ada cacat sedikitpun, bersih, dan permukaan kertas masih berkilau. Sebagai ilustrasi adalah selembar uang kertas yang diambil dari segepok uang baru yang masih tersegel.
2. AU atau Almost Uncirculated : keadaan uang yang hampir sama dengan di atas tetapi ada minor mishandling seperti lipatan pada sudut, atau lipatan halus pada bagian tengah, tetapi tidak boleh keduanya, selain itu kondisi uang harus bersih dan berkilau seperti aslinya, semua sudut harus tajam.
3. EF/XF atau Extremely Fine : kertas dalam keadaan baik, crisp atau kaku, masih memiliki kilau pada permukaan, dan memiliki maksimum 3 lipatan tipis atau satu lipatan tajam, sudut sedikit membundar.
4. VF atau Very Fine : uang kertas telah dipakai namun masih tetap crisp, ada sedikit kotor dan beberapa lipatan vertikal dan horisontal namun tidak sobek.
5. F atau Fine : uang telah sering terpakai dengan beberapa lipatan dan tidak crisp lagi, tidak terlalu kotor, mungkin ada sedikit sobek pada bagian margin tetapi tidak masuk ke gambar, warna masih jelas.
6. VG atau Very Good : uang telah terpakai berkali-kali namun kertas masih utuh, terdapat sobekan pada sudut sehingga tidak tajam lagi, ada sobekan yang masuk hingga ke gambar, mungkin ada bekas karat, dan pada bekas lipatan mungkin ada lubang /sobekan kecil, kertas layu tetapi tidak ada bagian yang hilang karena sobek.
7. G atau Good : uang telah lama dipakai, warna telah memudar, bekas lipatan yang berkali-kali telah menyebabkan lubang atau sobekan pada bagian pinggir, mungkin ada bekas karat, kotoran atau grafiti, ada bagian yang hilang karena sobek.
8. Fair : seluruh kertas layu dan kotor akibat pemakaian yang berat, uang telah rusak, terdapat sobekan besar dan ada bagian besar yang hilang.
9. P atau Poor : uang telah rusak berat akibat sobekan, karat, bagian yang hilang, grafiti ataupun lubang yang besar, mungkin ada bekas tambalan atau bekas potongan (trimming) pada bagian tepi untuk menutupi bagian yang rusak. Uang yang masuk kategori ini tidak layak dikoleksi kecuali hanya sebagai pengisi sementara atau memang termasuk uang yang sangat langka.
Supaya tidak menimbulkan perbedaan pendapat tentang kualitas suatu uang kertas maka kalangan numismatik membutuhkan suatu standarisasi, yang disebut grading.
The international Bank Note Society (IBNS) menerapkan standarisasi grading yang terdiri dari :
1. UNC atau Uncirculated : yaitu keadaan sempurna dengan semua sudut tajam, tidak ada cacat sedikitpun, bersih, dan permukaan kertas masih berkilau. Sebagai ilustrasi adalah selembar uang kertas yang diambil dari segepok uang baru yang masih tersegel.
2. AU atau Almost Uncirculated : keadaan uang yang hampir sama dengan di atas tetapi ada minor mishandling seperti lipatan pada sudut, atau lipatan halus pada bagian tengah, tetapi tidak boleh keduanya, selain itu kondisi uang harus bersih dan berkilau seperti aslinya, semua sudut harus tajam.
3. EF/XF atau Extremely Fine : kertas dalam keadaan baik, crisp atau kaku, masih memiliki kilau pada permukaan, dan memiliki maksimum 3 lipatan tipis atau satu lipatan tajam, sudut sedikit membundar.
4. VF atau Very Fine : uang kertas telah dipakai namun masih tetap crisp, ada sedikit kotor dan beberapa lipatan vertikal dan horisontal namun tidak sobek.
5. F atau Fine : uang telah sering terpakai dengan beberapa lipatan dan tidak crisp lagi, tidak terlalu kotor, mungkin ada sedikit sobek pada bagian margin tetapi tidak masuk ke gambar, warna masih jelas.
6. VG atau Very Good : uang telah terpakai berkali-kali namun kertas masih utuh, terdapat sobekan pada sudut sehingga tidak tajam lagi, ada sobekan yang masuk hingga ke gambar, mungkin ada bekas karat, dan pada bekas lipatan mungkin ada lubang /sobekan kecil, kertas layu tetapi tidak ada bagian yang hilang karena sobek.
7. G atau Good : uang telah lama dipakai, warna telah memudar, bekas lipatan yang berkali-kali telah menyebabkan lubang atau sobekan pada bagian pinggir, mungkin ada bekas karat, kotoran atau grafiti, ada bagian yang hilang karena sobek.
8. Fair : seluruh kertas layu dan kotor akibat pemakaian yang berat, uang telah rusak, terdapat sobekan besar dan ada bagian besar yang hilang.
9. P atau Poor : uang telah rusak berat akibat sobekan, karat, bagian yang hilang, grafiti ataupun lubang yang besar, mungkin ada bekas tambalan atau bekas potongan (trimming) pada bagian tepi untuk menutupi bagian yang rusak. Uang yang masuk kategori ini tidak layak dikoleksi kecuali hanya sebagai pengisi sementara atau memang termasuk uang yang sangat langka.
Hobi Numismatik
Hobi mengoleksi uang kuno Indonesia yang biasanya disebut Numismatik adalah hobi yang bertujuan mengoleksi uang kuno koin, token, uang kertas dan juga surat obligasi.
disini saya akan menceritakan awal mula saya menekuni hobi numismatik. sejak masa sekolah SMP saya sangat menyukai uang kuno dan sealu penasaran mendapatkannya, uang kuno sangat menarik. saya mendapatkan uang kuno dari teman teman dan terkadang menemukan di jalan, sungai bahkan di rumah kakek, pada saat itu uang kuno susah didapatkan karena belum ramainya media sosial. pada saat ini media sudah menunjang, saya dengan mudah mendapatkan uang kuno dari internet dan pameran pameran.
dibawah ini beberapa contoh uang kuno yang saya miliki :
1 Rupiah Soekarno Tahun 1964
100 Rupiah Soekarno Tahun 1960
20000 Rupiah Cendrawasih Tahun 1995
10000 Rupiah Gamelan Tahun 1979
500 Rupiah Ibu Anggrek Tahun 1977
Langganan:
Komentar (Atom)




